CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 02 Oktober 2014

Psikologi Management Tugas 1


A. Pengantar
1. Manejemen
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti "seni melaksanakan dan mengatur."Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
2. Kepemimpinan

Seiring perkembangan zaman,  Kepemimpinan secara ilmiah mulai berkembang bersamaan dengan pertumbuhan manajemen ilmiah yang lebih dikenal dengan ilmu tentang memimpin. Hal ini terlihat dari banyaknya literatur yang mengkaji tentang leadership dengan berbagai sudut pandang atau perspektifnya. Leadership tidak hanya dilihat dari bak saja, akan tetapi dapat dilihat dari penyiapan sesuatu secara  berencana dan dapat melatih calon-calon pemimpin.
Kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia (Moejiono, 2002). Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan.
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) pengertian kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.




Menurut Young (dalam Kartono, 2003) pengertian kepemimpinan  yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.

B . Perencanaan Penetapan Manajemen
1. Definisi planning
   Dalam manajemen perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semuafungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.

2. Langkah_langkah dalam menyusun perencanaan

    Secara garis besar, langkah-langkah perencanaan pendidikan dapat dibedakan menjadi dua golongan, yakni perencanaan strategi dan perencanaan operasional pendidikan. Perencanaan strategi menyangkut penetapan kebijaksanaan yang diambil dalam soal pendidikan, pendekatan yang dipakai, serta tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Sedangkan perencanaan oprasional berkaitan dengan penetapan alternatif upaya yang dipakai untuk merealisasikan perencanaan stertegi dan tujuan perencanaan tersebut dalam bentuk metode, prosedur dan koordinasi.. Perencanaan strategi disebut olehCunningham sebagai “ Doing the right things”, sedangkan perencanaan oprasional disebut sebagai “doing things right”. Jadi dalam perencanaan strategi yang direncanakan adalah bagaimana melakukan sesuatu yang benar, sementara dalam perencanaan oprasional yang direncanakan adalah bagaimana mengerjakan sesuatu itu secara benar.

3. Manfaat perencanaan

    Setiap organisasi perlu melakukan suatu perencanaan dalam setiap kegiatan organisasinya, baik perencanaan produksi, perencanaan rekrutmen karyawan baru, program penjualan produk baru, maupun perencaan anggarannya. Perencanaan (planning) merupakan proses dasar bagi organisasi untuk memilih sasaran dan menetapkan bagaimana cara mencapainya[1]. Oleh karena itu, perusahaan harus menetapkan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai sebelum melakukan proses-proses perencanaan. Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutama dalam menghadapi lingkungan ekternal yang berubah dinamis[2]. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya pada intuisi dan firasat (dugaan)[3]. Salah satu maksud dibuat perencanaan adalah melihat program-program yang akan dijalankan untuk meningkatkan kemungkinan tercapainya tujuan-tujuan organisasi di waktu yang akan datang. Perencanaan organisasi harus aktif, dinamis, berkesinambungan dan kreatif, sehingga manajemen tidak hanya bereaksi terhadap lingkungannya, tapi lebih menjadi peserta aktif dalam dunia usaha[4]. Pokok pembahasan dalam paper ini berfokus pada perkenalan konsep perencanaan, alasan pentingnya perencanaan dalam mencapai tujuan dan bagaimana mengefektifkan perencanaan tersebut. Perencanaan bertujuan untuk: 1. Standar pengawasan, yaitu mencocokan pelaksanaan dengan perencanaannya. 2. Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan. 3. Mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya), baik kualifikasinya maupun kuantitasnya. 4. Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan. 5. Meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat, biaya, tenaga, dan waktu. 6. Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan. 7. Menyerasikan dan memadukan beberapa subkegiatan. 8. Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui. 9. Mengarahkan pada pencapaian tujuan. MANFAAT PERENCANAAN 1. Standar pelaksanaan dan pengawasan 2. Pemilihan berbagai alternative terbaik 3. Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan 4. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi 5. Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan 6. Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait, dan, 7. Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti. Sumber: 1. http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2077093-tujuan-perencanaan-dan-manfaat-perencanaan/#ixzz2VXVCtqVa 2. http://adieth12.blogspot.com/2012/04/pentingnya-perencanaan-sebagai-salah.html

4. Jenis Perencanaan dalam organisasi
  Jenis-jenis perencanaan dibagi menjadi dua, yaitu :
Perencanaan strategis,
Perencanaan ini adalah perencanaan jangka panjang yang dipusatkan pada organisasi secara menyeluruh. Wirausahawan memandang organisasi sebagai suatu unit total dan memutuskan apa yang hendak dilakukannya dalam jangka panjang untuk mencapai tujuan organisasinya.
Perencanaan taktis adalah perencanaan jangka pendek yang menekankan pada operasi berbagai bagian organisasi yang sedang berjalan. Wirausahawan menggunakan  sistem rencana ini untuk menguraikan apa yang harus dilakukan oleh berbagai bagian organisasi untuk mencapai keberhasilan dalam kurun waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun

C. Pengorganisasian Struktur Manajemen
1. Definisi Struktur Manajemen
Pengertian organisasi
Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengertian Dari Struktur Organisasi
Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang di harapakan dan di inginkan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa, jadi ada satu pertanggung jawaban apa yang akan di kerjakan.
Pengertian Pengorganisasian.
Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.

2. Contoh Struktur Organisasi Dalam Suatu Perusahaan
Deskripsi Jabatan
a. Yayasan Mataram Indah dan Yayasan Pendidikan Kelompok Senang Sukses
  • Pendiri dan Penyelenggara Lembaga MediaTama Informatika Computer Yogyakarta.
b. Direktur
  • · Menetapkan Prosedur kegiatan perusahaan ditiap-tiap manajer untuk mencapai sasaran yang ditetapkan perusahaan.
  • · Menetapkan tujuan dari tiap-tiap manajer yang ada.
  • · Mengawasi dan mengkoordinir kegiatan-kegiatan dari manajer secara periodik dan pertanggungjawabannya.
  • · Mengadakan pengangkatan, mutasi dan pemberhentian karyawan beserta gajinya.
  • · Menetapkan kebijakan operasional perusahaan untuk jangka pendek.
  • · Sebagai pimpinan dari perusahaan MediaTama Informatika Computer Yogyakarta.
c. Manajer Pendidikan.
  • Menetapkan Prosedur untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh direktur untuk bagian Pendidikan.
  • Mengelola secara Operasional proses Pendidikan.
d. Manajer Administrasi.
  • Menetapkan Prosedur untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh direktur untuk bagian administrasi umum dan akademis.
  • Mengelola secara Administratif pendidikan pada Lembaga tersebut.
e. Manajer Pemasaran.
  • Menetapkan prosedur operasional Informasi yang lebih efisien
  • Melaporkan hasil kerja kepada direktur secara berkala.
  • Bertanggungjawab penuh tentang fungsi dan tugas sebagai kepala bagian pemasaran secara berkala kepada direktur.
f. Manajer Keuangan
  • Mengawasi Operasional mengenai keuangan perusahaan.
  • Melakukan pengecekan lapangan mengenai bagian keuangan
  • Meminta pertanggungjawaban dari tiap-tiap bagian yang ada dibawahnya
  • Mempertanggungjawabkan kegiatan yang ada mengenai bagian keuangan
  • Menetapkan prosedur pelaksanaan secara rinci tentang keuangan
  • Menetapkan standar pekerjaan lapangan untuk menjamin tidak adanya kebocoran dalam bagian keuangan.
g. Bagian Instruktur.
  • Bertanggungjawab memberikan pengajaran terhadap para siswa
  • Bertanggungjawab memberikan daftar hasil nilai kepada bagian Administratif bidang akademis.
  • Membuat standar pengajaran mengenai materi kepada peserta kursus.
h. Bidang administrasi Umum
  • Menetapkan prosedur dan mengelola bagian administrasi yang menyangkut, masalah umum, dan hubungan keluar perusahaan, dll.
  • Memberikan laporan-laporan kepada manajer Administrasi.
i. Bidang administrasi Akademis.
  • Menetapkan prosedur mengenai kegiatan akademis, misalnya yang menyangkut peserta kursus seputar layanan pendaftaran, dan fasilitas oparasional yaitu jadwal, waktu, sertifikat, dll
  • Memberikan laporan juga mengenai kerja dalam aktifitas pendidikan kepada manajer administrasi.
j. Bidang Informasi
  • Menetapkan prosedur tata cara memperkenalkan perusahaan tersebut
  • Menetapkan standart kegiatan guna menyebarluaskan informasi mengenai perusahaan tersebut.
  • Membuat laporan mengenai berbagai hal mengenai periklanan dan upaya peningkatan usaha perusahaan tersebut.
3. Pengorganisasia Sebagai Fungsi Manajemen yang meliputi
A.Struktur Formal:
Struktur Formal ialah suatu organisasi yang memiliki struktur yang jelas, pembagian tugas yang jelas, serta tujuan yang ditetapkan secara jelas. Atau organisasi yang memiliki struktur (bagan yang menggambarkan hubungan-hubungan kerja, kekuasaan, wewenang dan tanggung jawab antara pejabat dalam suatu organisasi). Atau organisasi yang dengan sengaja direncanakan dan strukturnya secara jelas disusun. Organisasi formal harus memiliki tujuan atau sasaran.
Tujuan ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi struktur organisasi yang akan dibuat.
Struktur organisasi (desain organisasi) dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi, atau pun orang-orang yang menunjukan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam organisasi. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialis kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) satuan kerja.

B.Struktur Informal:
 Struktur Informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan.

4. Manfaat Struktur Fungsional/Struktur Divisual
a.  Struktur organisasi fungsional diciptakan oleh F. W. Taylor. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut. Setiap pegawai mempunyai pengawas lebih dari satu orang atasan yang berberda-beda.

Struktur ini banyak ditemukan pada organisasi atau perusahaan area spesialisasi sebagai dasar eksistensi sebuah departemen. Struktur ini lazim ditemukan pada perusahaan kecil dan menengah, yang memusatkan pengambilan keputusan pada tingkat tertinggi dari perusahaan.
Manfaat :
-Efisiensi melalui spesialisasi
-Komunikasi dan jaringan keputusannya relatif sederhana
-Mempertahankan tingkat pengendalian strategi pada level manajemen puncak
-Dapat mendelegasi keputusan operasional sehari-hari
-Mempermudah pengukuran output dan hasil dari setiap fungsi
b.  Struktur Divisional
Sebagaimana struktur organisasi yang lain, struktur organisasi divisional ini juga  mempunyai beberapa manfaat :
-Koordinasi antar fungsi menjadi lebih mudah dan cepat
-Mempunyai fleksibilitas pada struktur perusahaan
-Spesialisasi pada setiap divisi dapat dipertahankan
-Kesempatan karir lebih terbuka

Daftar pustaka :




Senin, 30 Juni 2014

Pendekatan yang mendukung kesehatan mental

Setiap individu pasti akan mengalami satu titik dimana kondisi mental yang tidak sehat yang di sebabkan oleh beberapa faktor  internal maupun eksternal. Berikut ini ada beberapa tips mengatasi atau mencegah hal itu agar tidak terjadi:

1. Perbanyak olahraga
Karna dengan berolahraga tubuh menjadi sehat sehingga berpengaruh pada pola berpikir kita.
2. Selalu berpikir positif
Karna dengan berpikir positif kita akan mengeluarkan energi yang positif pula,sehingga segala sesuatu yang kita pikirkan pasti ada penyelesaiannya tanpa harus hal tersebut menjadi beban pikiran
3.Ramah kepada orang
Dengan ramah kepada orang secara tidak langsung kita akan memancarkan aura yang positif yang dapat dilihat dan dirasakan oleh orang tersebut
4. Memperbanyak melakukan aktifitas yang positif
Luangkan waktu untuk melakukan kegiatan positif  seperti melakukan sesuatu yang menjadi hobi kita,sehingga kita tidak memikirkan sesuatu yang tidak penting


  

Kamis, 24 April 2014

KESEHATAN MENTAL 2 "TUGAS"

STRESS


a.     Arti penting stress
Menurut J.P Chaplin dalam kamus lengkap psikologi mendefinisikan stres sebagai suatu keadaan tertekan, baik secara fisik maupun pikologis. Hal senada diungkapkan dalam Atkinson (1983), stress terjadi ketika orang dihadapkan dengan persitiwa yang mereka rasakan sebagai mengancam kesehatan fisik maupun psikologisnya. Keadaan sosial, lingkungan, dan fisikal yang menyebabkan stress dinamakan stressor. Sementara reaksi orang terhadap peristiwa tersebut dinamakanrespon stress, atau secara singkat disebut stress.

     Menurut Lazzarus 1999 “stress adalah rasa cemas atau terancam yang timbul ketika kita menginterpretasikan atau menilai suatu situasi sebagai melampaui kemampuan psikologis kita untuk bisa menanganinya secara memadai” (“Stress is the anxious or threatening feeling that comes when we interpret or appraise a situation as being more than our psychological resources can adequately handle”).


b.    Tipe-tipe stres psikologis

Frustasi
Frustasi muncul karena adanya kegagalan saat ingin mencapai suatu hal/tujuan. Misalnya seseorang mengalami kegagalan dalam pekerjaan yang mengakibatkan orang tersebut harus turun jabatan. Orang yang memiliki tujuan tersebut mendapat beberapa rintangan/hambatan yang tidak mampu ia lalui sehingga ia mengalami kegagalan atau frustasi. Frustasi ada yang bersifat intrinsik (cacat badan dan kegagalan usaha) dan ekstrinsik (kecelakaan, bencana alam, kematian orang yang dicintai, krisis ekonomi, pengangguran, perselingkuhan, dan lain-lain.
Konflik
Konflik ditimbulkan karena ketidakmampuan memilih dua atau lebih macam keinginan, kebutuhan, atau tujuan. Saat seseorang dihadapkan dalam situasi yang berat untuk dipilih, orang tersebut akan mengalami konflik dalam dirinya. Bentuk konflik digolongkan menjadi tiga bagian, approach-approach conflict, avoidant-avoidant conflict, approach-avoidant conflict
·                     approach-approach conflict adalah suatu konflik antara dua tujuan yang positif , tujuan-tujuan secraa bersama itu mempunyai daya tarik yang sama. Misalnya: suatu konflik psikologis muncul ketika seseorang lapar dan ngantuk pada saat yang sama.
·                     avoidant-avoidant conflict adalah konflik yang melibatkan dua tujuan negatif, dan ini suatu pengalaman yang biasa. Misalnya: seorang siswa harus belajar untuk dua hari berikutnya untuk satu ujian atau mendapatkan kegagalan.
·                     approach-avoidant conflict adalah konflik yang paling sulit dipecahkan. Dalam jenis konflik  ini, seseorang tertarik dan menolak objek tujuan yang sama. Karena valensi positif dari tujuan ini, orang mendekatinya; tetapi jika didekati, valensi negatifnya semakin kuat. Jika, pada satu titik mendekati tujuan, aspek-aspek yang menghambat menjadi lebih kuat daripada aspek-aspek positif, orang akan menghentikan usahanya sebelum mencapai tujuan. Karena tujuan tidak tercapai individu bias menjadi frustasi.

Tekanan
Tekanan timbul dari tuntutan hidup sehari-hari. Tekanan dapat berasal dari dalam diri individu, misalnya cita-cita atau norma yang terlalu tinggi sehingga menimbulkan tekanan dalam diri seseorang. Tekanan juga berasal dari luar diri individu, misalnya seorang teman yang memaksa kita agar memberi contekan disaat ujian berlangsung.
Kecemasan
Kecemasan adalah emosi tidak menyenangkan yang ditandai oleh perasaan seperti “khawatir”, “prihatin”, “tegang”, dan “takut” yang dialami oleh semua manusia tetapi dengan kadar dan tingkatan yang berbeda-beda. Misalnya seorang anak yang sering dimarahi ibunya, anak tersebut akan merasakan kecemasan yang cukup tinggi jika ia melakukan hal yang akan membuat ibunya marah padahal ibu si anak tersebut belum tentu marah padanya.


c.      Symptom-reducing respons terhadap stres
- Mekanisme Pertahanan Diri -
ª  Indentifikasi
Indentifikasi dapat didefinisikan sebagai metode yang digunakan orang untuk mengambil alih ciri-ciri orang lain dan menjadikannya bagian yang tak terpisahkan dari kepribadiannya sendiri. Misalnya seorang anak perempuan yang menganggap ibunya memiliki kepribadian yang menyenangkan, cara bicara yang halus, suka berdandan dan sebagainya, maka anak perempuan tersebut akan meniru dan berperilaku seperti ibunya.
ª  Kompensasi
Seorang individu tidak memperoleh kepuasan dibidang tertentu, tetapi mendapatkan kepuasaan dibidang lain. Misalnya Riza memiliki nilai yang buruk dalam pelajaran Fisika, namun prestasi olahraga yang ia miliki sangat memuaskan.
ª  Pembentukan Reaksi/ Reaction Formation
Perilaku seseorang yang gagal mencapai tujuan dan orang tersebut tidak mengakui tujuan pertama tersebut dengan cara melupakan serta melebih-lebihkan tujuan kedua yang biasanya berlawanan dengan tujuan pertama. Misalnya seorang ibu yang membenci anaknya karena kehadiran anak tadi tidak diinginkan sehingga ibu tadi ingin membunuh anaknya, namun sang ibu malah bertindak sebaliknya, ia sangat menyayangi anaknya.
ª  Sublimasi
Sublimasi adalah suatu mekanisme sejenis yang memegang peranan positif dalam menyelesaikan suatu konflik dengan pengembangan kegiatan yang konstruktif. Penggantian objek dalam bentuk-bentuk yang dapat diterima oleh masyarakat dan derajatnya lebih tinggi. Misalnya korupsi adalah perbuatan yang tidak dibenarkan oleh norma-norma masyarakta atau agama. Agar tidak dianggap sebagai koruptor wawan mengamalkan sebagian hasil korupsinya untuk membantu anak yatim piatu.
ª  Proyeksi
Proyeksi adalah proses pertahanan yang secara langsung tidak disadari dan dimana individu yang bersangkutan itu tidak mau menyadari/mengakui. Misalnya Tito membenci Toni, namun karena toni adalah kaka kandungnya, maka Tito mengatakan bahwa Toni yang membenci dia.
ª  Introyeksi
Introyeksi adalah memasukan dalam diri pribadi dirinya sifat-sifat pribadi orang lain. Misalnya seorang wanita mencintai seorang pria lalu ia memasukkan pribadi pria tersebut ke dalam pribadinya.
ª  Reaksi Konversi
Secara singkat mengalihkan koflik ke alat tubuh atau mengembangkan gejala fisik. Misalnya belum belajar saat menjelang bel masuk ujan, seorang anak wajahnya menjadi pucat berkeringat.
ª  Represi
Represi adalah konflik pikiran, impuls-impuls yang tidak dapat diterima dengan paksaan ditekan ke dalam alam tidak sadar dan dengan sengaja melupakan. Misalnya seorang mahasiswa bertemu dengan wanita cantik, putih dan seksi. Namun setelah disadari ternyata wanita cantik itu adalah dosennya yang telah bersuami. Sehingga gairahnya tadi ditekan kea lam tidak sadar.
ª  Supresi
Supresi yaitu menekan konflik impuls yang tidak dapat diterima secara sadar. Individu tidak mau memikirkan hal-hal yang kurang menyenangkan dirinya. Misalnya dengan berkata “Sebaiknya kita tidak membicarakan hal itu lagi.” 
ª  Regresi
Regresi adalah mekanisme perilaku seorang yang apabila menghadapi konflik frustasi, ia menarik diri dari pergaulan. Misalnya artis yang sedang digosipkan selingkuh karena malu maka ia menarik diri dari perkumpulannya.
ª  Fantasi
Fantasi adalah kemampuan mental untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan-bayanagan baru. (Walgito, 2004:139). Misalnya seorang wanita yang tidak memiliki uang untuk pergi ke paris ia melamunkan berbagai fantasi dirinya seolah-olah sedang berada di paris.
ª  Negativisme
Negativisme adalah perilaku seseorang yang selalu bertentangan dengan perilaku tidak terpuji. Misalnya seorang teman yang mengajak Rika mencuri, namun Rika menolaknya.
ª  Sikap Mengritik Orang Lain
Bentuk pertahanan diri untuk menyerang orang lain dengan kritikan-kritikan. perilaku ini termasuk perilaku agresif yang aktif. Misalnya seorang karyawan yang berusaha menjatuhkan karyawan lain dengan adu argument saat rapat berlangsung.



d.    Pendekatan problem solving terhadap stress
Problem Solving
Kita mengalahkan stress dengan cara menyelesaikan problem stressor (hal yang membuat stress itu). Misalnya, kita stress karena menderita suatu penyakit, maka kita menyelesaikan masalah dengan berobat sehingga penyakit kita bisa sembuh. Atau bisa juga dengan mengusahakan agar kita bisa menyesuaikan diri dengan situasi yang terjadi (bila situasinya sendiri tidak bisa dirubah).
_Meningkatkan Toleransi Stress_
Mengarahkan diri pada kegiatan yang posotif, bisa secara psikis maupun fisik, misalnya secara psikis: menyadari bahwa didalam kehidupan semua orang pernah mengalami stress, walaupun dalam bentuk dan tingkat yang berbeda-beda. Secara fisik: berolahraga dipagi hari, membaca komik lucu atau menonton hiburan di Tv, melakukan wisata alam, mengkonsumsi makanan yang bisa meralaksasi seperti coklat.

Menghilangkan stress mekanisme pertahanan dan penanganan yang berfokus pada masalah. Menurut Lazurus dan Folkman penanganan stress atau coping terdiri dari dua bentuk, yaitu :
·                     problem focused coping (Coping yang berfokus pada masalah) adalah istilah Lazurus untuk strategi kognitif untuk penanganan dtress atau coping yang digunakan oleh individu yang mengahadapi masalahnya dan berusaha menyelesaikannya.
·                     problem focused coping (Coping yang berfokus pada emosi) adalah isitlah Lazurus untuk strategi penanganan stress diaman individu memberikan respon terhadad situasi stress dengan cara emosional, terutama dengan menggunakan penialaian defensif.
















Hubungan Interpersonal



a. Model-model hubungan interpersonal
Ada 4 model hubungan interpersonal yaitu meliputi :
  1. Model pertukaran sosial
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berinteraksi karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya.Thibault dan Kelley, dua orang pemuka dari teori ini menyimpulkan model pertukaran sosial sebagai berikut: “Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis kami adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanyaselama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya”.
Ganjaran yang dimaksud adalah setiap akibat yang dinilai positif yang diperoleh seseorang dari suatu hubungan. Ganjaran dapat berupa uang, penerimaan sosial, atau dukungan terhadap nilai yang dipegangnya. Sedangkan yang dimaksud dengan biaya adalah akibat yang negatif yang terjadi dalam suatu hubungan. Biaya itu dapat berupa waktu, usaha, konflik, kecemasan, dan keruntuhan harga diri dan kondisi-kondisi lain yang dapat menimbulkan efek-efek tidak menyenangkan.
  1. Model peranan
Model peranan menganggap hubungan interpersonal sebagai panggung sandiwara.Disini setiap orang memainkan peranannya sesuai naskah yang dibuat masyarakat. Hubungan akan dianggap baik bila individu bertindak sesuai ekspetasi peranan (role expectation), tuntutan peranan (role demands), memiliki ketrampilan (role skills) dan terhindar dari konflik peranan. Ekspetasi peranan mengacu pada kewajiban, tugas dan yang berkaitan dengan posisi tertentu, sedang tuntutan peranan adalah desakan sosial akan peran yang harus dijalankan. Sementara itu ketrampilan peranan adalah kemampuan memainkan peranan tertentu.
  1. Model permainan
Model menggunakan pendekatan analisis transaksional. Model ini menerangkan bahwa dalam berhubungan individu-individu terlibat dalam bermacam permaianan. Kepribadian dasar dalam permainan ini dibagi dalam 3 bagian yaitu :
  1. Kepribadian orang tua (aspek kepribadian yang merupakan asumsi dan perilaku yang diterima dari orang tua atau yang dianggap sebagi orang tua).
  2. Kepribadian orang dewasa (bagian kepribadian yang mengolah informasi secara rasional)
  3. Kepribadian anak (kepribadian yang diambil dari perasaan dan pengalaman kanak-kanak yang mengandung potensi intuisi, spontanitas, kreativitas dan kesenangan).
Pada interaksi individu menggunakan salah satu kepribadian tersebut sedang yang lain membalasnya dengan menampilkan salah satu dari kepribadian tersebut. Sebagai contoh seorang suami yang sakit dan ingin minta perhatian pada istri (kepribadian anak), kemudian istri menyadari rasa sakit suami dan merawatnya (kepribadian orang tua).
  1. Model Interaksional
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistem memiliki sifat-sifat strukural, integratif dan medan. Semua sistem terdiri dari subsistem-subsistem yang saling tergantung dan bertindak bersama sebagai suatu kesatuan. Selanjutnya, semua sistem mempunyai kecenderungan untuk memelihara dan mempertahankan kesatuan. Bila ekuilibrium dari sistem terganggu, segera akan diambil tindakannya. Setiap hubungan interpersonal harus dilihat dari tujuan bersama, metode komunikasi, ekspektasi dan pelaksanaan peranan.Secara singkat model ini menggabungkan model pertukaran, peranan dan permainan.


b. Pembentukan kesan dan ketertarikan interpersonal
Pembentukan kesan
Menurut Sears dkk. (1992) individu cenderung membentuk kesan panjang lebar atau orang lain berdasarkan informasi yang terbatas. Hanya dengan melihat dari potret atau secara langsung selama beberapa menit saja, seseorang sudah cenderung menilai sebagian besar karekter orang yang diamatinya tersebut. Beberapa orang tidak percaya dengan pendapat ini, mesiki demikian individu umumnya menilai orang lain dari segi intelegensi, usia, latar belakang, ras, agama, pendidikan, kejujuran, dan sebagainya.
  • Evaluasi : Kesan Pertama.
Menurut Sears dkk. (1992) aspek pertama yang paling penting dan kuat adalah evaluasi: apakah kita akan menyukai seseorang atau tidak? Kesan awal ini dapat dilihat dari beberapa indikasi seperti : dia mungkin ingin bersahabat, senang ngobrol, periang, atau ramah.
Secara formal dimensi evaluatif merupakan dimensi terpenting diantara sejumlah dimensi dasar yang mengorganisasiikan kesan gabungan tentang orang lain. Terdapat banyak penelitian yang pada akhirnya menyimpulkan bahwa evaluasi merupakan dimensi dasar terpenting dari persepsi seseorang. Rosenberg, Nelson, dan Vivekanathan (dalam Sears dkk,1992) menemukan bahwa orang mengevaluasi orang lain sesuai dengan kualitas intelektual atau yang berhubungan dengan tugas terpisah mereka, dan kualitas sosial atau hubungan interpersonal mereka, paling tidak untuk beberapa waktu. Meski demikian perbedaan ini tidak merubah ciri dasarnya yaitu: manusia pertama-tama akan berpikir sesuai dengan rasa suka atau tidak suka jika melihat orang lain.
  • Kesan Menyeluruh.
Untuk menjelaskan bagaimana orang mengevaluasi terhadap orang lain, dapat dilakukan dari “kesan yang diterima secara keseluruhan”. Sears dkk. (1992) membagi kesan menyeluruh tersebut menjadi dua, yaitu:
  1. Model penyamarataan –> Model penyamarataan menyatakan bahwa individu dapat menyusun potongan-potongan informasi yang terpisah-pisah menjadi suatu kesan menyeluruh yang sederhana
  2. Model menambahkan –> Model menambahkan menyatakan bahwa individu mempersatukan potongan-potongan informasi yang terpisah dengan jalan menambahkan nilai ukutan dan bukannya dengan membuat rata-rata.
  • Konsistensi
Individu cenderung membentuk karekteristik yang konsisten secara evaluatif terhadap individu lainnya, meski hanya memiliki sedikit informasi. Kita cenderung memandang orang lain secara konsisten dari kedalamannya. Karena evaluasi merupakan dimensi paling penting di dalam persepsi manusia, sehingga kita cenderung akan menilai “baik” dan “buruk”, dan bukan keduanya (Sears dkk, 1992).
Berdasarkan evaluasi dengan pendekatan ini, maka kita akan melihat ciri lain yang konsisten dengannya. Jika seseorang bersifat menyenangkan, dia harus menarik, cerdas, murah hati, dan seterusnya. Sementara bila buruk, maka dia harus licik, berwajah buruk, dan aneh. Kecenderungan terhada konsistensi ini disebut “Efek Halo”. Di dalam efek halo, orang yang telah dilabel selalu baik selalu dikelilingi oleh suasana positif dan kebalikannya pada orang yang dilabel buruk selalu dipandang memiliki kualitas yang buruk (Efek Halo Negatif) (Sears dkk., 1992)
  • Prasangka Positif
Prasangka positif menurut Sears dkk. (1992) adalah kecenderungan menilai otang lain secara positif sehingga mengalahkan evaluasi negatif. Misalnya pada studi dimana mahasiswa sebagian besar memberikan nilai positif terhadap profesornya dengan nilai di atas rata-rata, meski para mahasiswa tersebut telah mengalami berbagai pengalaman baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan dengan profesornya selama kuliahnya. Ada hipotesis rasional muncul untuk berprasangka secara positif, yang oleh Matlin dan Stang (dalam Sears dkk., 1992) disebut sebagai prinsip Pollyana. Berdasarkan pendapat ini, maka orang akan merasa lebih senang apabila dikelilingi oleh hal-hal yang baik, pengalaman yang menyenangkan, masyarakat yang ramah, cuaca yang cerah, dan sebagaimya. Bahkan ketika mereka sakit atau rumahnya runtuh sekalipun, mereka akan tetap menilai situasi selalu baik.
Ketertarikan Interpersonal
Setelah perjumpaan awal, perhatian kita sering kali terfokus pada bagaimana memelihara dan mengarahkan hubungan yang tercipta berdasarkan daya tarik awal untuk selanjutnya akan dapat menimbulkan keintiman dan bahkan cinta. Para ahli psikologi ternyata telah banyak mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi daya tarik seseorang terhadap orang lain. Hal ini disebabkan karena manusia akan berusaha untuk memprioritaskan hubungan antarpribadi sepanjang hidupnya. Kecenderungan untuk berafiliasi (keinginan untuk berada bersama dengan orang lain) memang cukup kuat bagi kebanyakan orang. Hal ini sebenarnya sudah terjadi semenjak masa bayi, dimana bayi mulai membangun rasa kasih sayang yang kuat pada satu orang dewasa atau lebih. Beberapa prinsip yang berusaha menjelaskan mengapa akhirnya kita memutuskan untuk berteman atau tidak berteman dengan orang lain adalah:
  1. Penguatan: kita menyukai orang lain dengan cara memberi ganjaran sebagai penguatan dari tindakan atau sikap kita. Salah satu tipe ganjaran yang penting adalah persetujuan sosial, dan banyak penelitian memperlihatkan bahwa kita cenderung menyukai orang lain yang cenderung menilai kita secara positif (Sears, 1992).
  2. Pertukaran Sosial: rasa suka kita pada orang lain didasarkan pada penilaian kita terhadap kerugian dan keuntungan yang diberikan seseorang kepada kita. Kita menyukai seseorang apabila kita mempersepsi bahwa interaksi kita dengan orang itu sifatnya menguntungkan, yaitu apabila ganjaran yang akan kita terima lebih besar dari pada kerugiannya. Teori ini juga menekankan bahwa kita membuat penilaian komparatif, menilai keuntungan yang kita peroleh dari seseorang dibandingkan dengan keuntungan yang kita peroleh dari orang lain (Sears dkk., 1992)
  3. Asosiasi: kita menjadi suka kepada orang yang diasosiasikan (dihubungkan) dengan pengalaman yang baik/bagus dan tidak suka kepada orang yang diasosiasikan dengan pengalaman buruk/jelek (Clore & Byrne dalam Sears dkk., 1992).
Selain itu ada juga faktor-faktor yang mempengaruhi ketertarikan interpersonal yaitu :
  • Karakter Pribadi
Para ahli telah berusaha mengidentifikasikan beberapa karakteristik umum yang mempengaruhi rasa suka seseorang kepada orang lain, yaitu ketulusan, kehangatan personal (terlihat hangat dan ramah ketika membicarakan suatu hal, memuji ataupun menyetujuinya), kompetensi, daya tarik fisik.
  • Kesamaan
Kita cenderung menyukai orang yang sama dengan kita dalam sukap, nilai, minat, hobby, latar belakang dan kepribadian.
  • Keakraban
Keakraban dapat ditingkatkan dengan kedekatan. Menurut penelitian Zajonc dkk, menunjukkan bahwa makin sering subjek melihat suatu wajah, semakin besar rasa suka mereka terhadap wajah tersebut dan semakin besar kemungkinan mereka untuk menyukai orang lain.
  • Kedekatan
Menurut Atkinson dkk. (1993) salah satu prediktor terbaik mengenai apakah dua orang dapat berteman atau tidak adalah seberapa jauh jarak tempat tinggal mereka. Menurut Schiffenbauer dan Achiavo (dalam Atkinson dkk., 1992) kedekatan hanya meningkatkan intensitas reaksi awal. Akan tetapi karena seringkali perjumpaan pertama menyangkut hal-hal yang paling netral sampai yang menyenangkan, hasil kedekatan yang paling sering dapat dipertahankan adalah persahabatan. Terdapat tiga faktor yang menghubungkan antara kedekatan dan daya tarik interpersonal yaitu kedekatan biasanya meningkatkan keakraban, kedekatan sering berkaitan dengan kesamaan, orang yang dekat secara fisik lebih mudah didapat daripada orang yang jauh (Sears dkk., 1992)


c. Intimasi dan hubungan pribadi
  • Shadily dan Echols (1990) mengartikan intimasi sebagai kelekatan yang kuat yang didasarkan oleh saling percaya dan kekeluargaan.
  • Sullivan (Prager, 1995) mendefinisikan intimasi sebagai bentuk tingkah laku  penyesuaian seseorang untuk mengekspresikan akan kebutuhannya terhadap  orang lain.
  • Steinberg (1993) berpendapat bahwa suatu hubungan intim adalah sebuah  ikatan emosional antara dua individu yang didasari oleh kesejahteraan satu  sama lain, keinginan untuk memperlihatkan pribadi masing-masing yang  terkadang lebih bersifat sensitif serta saling berbagi kegemaran dan aktivitas  yang sama.
  • Levinger & Snoek (Brernstein dkk, 1988) merupakan suatu bentuk hubungan  yang berkembang dari suatu hubungan yang bersifat timbal balik antara dua  individu. Keduanya saling berbagi pengalaman dan informasi, bukan saja pada hal-hal yang berkaitan dengan fakta-fakta umum yang terjadi di sekeliling mereka, tetapi lebih bersifat pribadi seperti berbagi pengalaman hidup, keyakinan-keyakinan, pilihan-pilihan, tujuan dan filosofi dalam hidup. Pada tahap ini akan terbentuk perasaan atau keinginan untuk menyayangi, memperdulikan, dan merasa bertangung jawab terhadap hal-hal tertentu yang terjadi pada orang yang dekat dengannya.
  • Atwater (1983) mengemukakan bahwa intimasi mengarah pada suatu  hubungan yang bersifat informal, hubungan kehangatan antara dua orang yang  diakibatkan oleh persatuan yang lama. . Intimasi mengarah pada keterbukaan pribadi dengan orang lain, saling berbagi pikiran dan perasaan mereka yang terdalam. Intimasi semacam ini membutuhkan komunikasi yang penuh makna untuk mengetahui dengan pasti apa yang dibagi bersama dan memperkuat ikatan yang telah terjalin. Hal tersebut dapat terwujud melalui saling berbagi dan membuka diri, saling menerima dan menghormati, serta kemampuan untuk merespon kebutuhan orang lain (Harvey dan Omarzu dalam Papalia dkk, 2001).
Jadi intimasi adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk menjalin hubungan yang dekat atau akrab dengan orang lain dengan menunjukkan perasaan saling percaya, saling berbagi (keterbukaan diri), adanya hubungan timbal balik dan terbentuknya komitmen dalam suatu hubungan.
Keintiman memiliki arti kelekatan personal kepada individu lain, dimana pasangan tersebut saling berbagi pemikiran dan perasaan terdalamnya. Sedangkan hubungan personal (intim) merupakan hubungan yang memiliki kedekatan emosional antara dua orang atau lebih, seperti dengan teman, kekasih, sahabat, yang mungkin atau tidak melibatkan keintiman baik secara fisik atau seksual. Berdasarkan pendekatan dalam Teori Hubungan Interpersonal, keintiman dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Fair-exchange modelKeintiman merupakan hubungan satu sama lain tidak menghitung untung-rugi, antar pasangan saling memberi dan menerima secara spontan di mana satu sama lain merasa terpuaskan.
  2. Transactional analysis model. Keintiman melibatkan kasih sayang, game-free transactionantar pasangan, dengan sedikit manipulasi di antara keduanya.
  3. Role model.Keintiman diharapkan sebagai hubungan personal yang kaya, memiliki komunikasi yang terbuka antara pasangan, dan keterlibatan mendalam secara emosional melebihi peran-peran lain yang diharapkan.


Sumber:
Basuki, A.M. Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Supratiknya, A. (1978). Psikologi Kepribadian. Yogyakarta : Kanisius.
Riyanti, Dwi B.P., Prabowo, Hendro. (1998). Psikologi Umum 2. Jakarta : Universitas Gunadarma.



KESEHATAN MENTAL 2 "TULISAN"

1. ceritakan pengalaman stres yang paling berkesan,juga cara yang digunakan untuk mengatasinya?

Pengalaman stres yang paling berkesan selama hidup saya adalah ketika adik bungsu saya sakit parah,saya sangat stes dan sedih karena saya hampir kehilangan adik saya karena sakit yang di deritanya. Tapi bersyukur karena adik saya akhirnya bisa tertolong,meskipun begitu saya masih tetap stres memikirkan adik saya yang harus dirawat di rumah sakit dan juga saya sempat stres karena saya yang harus menghandle pekerjaan rumah karena mama saya harus menjaga adik saya di rumah sakit.
 Cara mengatasi stress yang saya alami yaitu saya berdoa dan yakin kepada tuhan jika adik saya pasti sembuh. Selain itu cara mengatasi stress yang saya alami dengan bercanda gurau bersama sahabat saya di kampus,bisa juga saya mendengarkan musik atau lagu kesukaan saya,sehingga secara berangsur-angsur stress yang saya alami berkurang.


2. cari pengalaman stress dilingkup mana saja, kutip kasusnya lalu beri cintoh.

Liputan6.com, Dubai- Seorang remaja 16 tahun asal India dan tengah menjalani pendidikan SMA di Dubai, Uni Emirat Arab, mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Ia ditemukan gantung diri di balkon apartemennya setelah menghadapi ujian matematika CBSE.
Baru-baru ini ditemukan catatan dalam sebuah kertas yang ditengarai sebagai curahan isi hatinya saat hendak menghadapi ujian matematika. "Hidup begitu membosankan dan tak jelas," curhat remaja berinisial AS itu, seperti dimuat Emirates247, Rabu (6/3/2014). Catatan itu diketahui ditulis pada 25 Februari 2014.
Dalam laman New Delhi Television (NDTV), remaja itu dilaporkan stres karena gagal meraih nilai standar dalam ujian matematika. Pemuda itu bunuh diri saat hendak mengikuti ujian matematika kedua atau remedial.
Sumber keluarga kepada Emirates247 pun membenarkan bahwa AS mengalami stres berat. Keluarga menyimpulkan kondisi tersebut setelah menemukan catatan curhat dari AS baru-baru ini. "Catatan itu membuktikan bahwa dia stres," kata sumber itu.
Pihak sekolah mengaku belum bisa memberikan keterangan terkait kematian AS. Namun sekolah saat ini telah menanyakan bagaimana kondisi terakhir AS kepada guru konseling.
Para teman dan kerabat dilaporkan telah berkumpul di rumah duka AS di Dubai dan tempat pembalseman di Sonapur. Remaja itu kemudian akan dikremasi di India.
Di mata keluarga, AS dikenal sebagai sosok seniman. Ia jago melukis dan hasil karya dari remaja itu menghiasi kamar apartemennnya. "Ayah dia juga seniman dan penulis buku terkenal. AS menuruni bakat ayahnya," ujar seorang tetangga.
Atas kejadian ini, psikolog setempat Salam Omasshery mengatakan, kasus pelajar bunuh diri karena stres ujian kerap terjadi di India. Karenanya, ia mengimbau para orangtua dan guru untuk memperhatikan anak-anak.
"Setiap stres, remaja mengungkapkannya lewat bahasa tubuh dan perilaku aneh. Bisa juga lewat tulisan atau gambar. Dalam hal ini, guru perlu memperhatikan sehingga bunuh diri bisa dihindari," ujar Salam. (Elin Yunita Kristanti).



* Menurut saya tindakan AS sangatlah salah menyalahi hukum agama karena bunuh diri. Seharusnya AS mencari jalan keluar lain,seperti kursus matematika agar dia nisa menguasai materi matematika di sekolah nya,atau yang lebih mudah AS bisa meminta bantuan teman nya untuk mengajarinya materi matematika yang diajar oleh gurunya kembali. Dan untuk gurunya,seharusnya sang guru lebih bisa memahami para siswanya untuk lebih memperjelas materi yang dijelaskan di kelas jangan terburu-buru agar semua siswanya dapat paham dan mengerti materi yang di ajarkannya,agar saat ujian semua muridnya bisa lulus atau mendapatkan nilai bagus.